Kamis, 27 November 2014

review surrogates


Nama                        : Mutiah AyuNingsih
Nim                          : 141910029
Kelas                        : IK1B
Dosen Pembimbing : Sumarni Bayu Anita. S,Sos,.M.A.

Review Surrogates

          Awalnya saya tidak pernah tau film SURROGATES ? tetapi dosen saya memberi kan kami tugas untuk mereview film ini dan sebelumnya kami sudah  nonton bersama film ini dikelas saat mata kuliah sosiologi kalau tidak salah itu tanggal 10-11-2014
         
Robot is a Robot



Kenapa bisa ada surrogates ?
Jika kita lihat ini dari culture kebudayaan sosiologi menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi “yaitu semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat”,“karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabadikan pada keperluan masyarakat.”
Ternyata Surrogates itu dalam bahasa Indonesia adalah “Pengganti”. Saya baru tahu ini, ternyata ada ya di kamus untuk kata Surrogates”tapi berhubung di film ini kenal dengan nuansa robot, dan pada film ini arti  “Surrogates” itu menjadi “Robot Pengganti”.
Kalau kita pikir bagaimana kehidupan manusia bisa digantikan dengan “Robot Pengganti” ?
Diceritakan secara singkat terlebih dahulu mengenai asal muasal Surrogates,
membawa kita yang menonton ke sebuah dunia utopia di masa depan dimana teknologi sudah menjadi kebutuhan primer dan sementara si manusia itu sendiri dapat duduk dirumah dengan aman sentosa dan mengendalikan robot tersebut. Hal ini mempengaruhi perubahan sosialnya “perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.” Emile Durkheim
          Penggunaan Surrogets ini merupakan sebuah  Sugesti yang merupakan suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu dan juga Identifikasi  untuk mempersamakan dirinya dengan orang lain.
Namun ternyata tidak semua kalangan menghendaki adanya Surrogates, terdapat suatu komunitas yang menentangnya,ini berkaitan dengan salah satu klasifikasi tipe kelompok sosial dari seorang sosiolog Jerman Georg Simmel, “mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah angota, bagaimana individu memengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalam kelompok tersebut.” Dan Komunitas  ini dipimpin oleh seorang yg di sebut “the prophet”. Ia beranggapan kehidupan semacam itu adalah kebohongan, karena semua yang tampak adalah palsu. JBAF Mayor  Polak a : Sosiologi, suatu Buku Pengantar Ringkas , (Jakarta : Penerbit dan Balai Buku Ikhtiar, 1966)“Anggota-anggota suatu kelompok sosial tertentu sedikit banyak akan mempunyai kecenderungan untuk menganggap bahwa segala sesuatu termasuk dalam kebiasaan-kebiasaan kelompoknya sendiri sebagai sesuatu yang terbaik apabila dibandingkan dengan kebiasaan-kebiasaan kelompok lain.”  
Karena itu hal ini menuai pertikaian,bila gejala seperti ini kita lihat dari pengertian sosiologi yang dikemukakan oleh Roucek dan Warren “sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.”
Plot cerita di awal film ini sama sekali tidak istimewa, ada pembunuh bayaran yang mengikuti incarannya, kemudian membunuh incarannya. Hal ini sangat mengejutkan banyak pihal khususnya FBI,karena pembunuhan dilakukan tanpa interaksi langsung dengan si operator atau pemilik Surrogates. Hingga agen FBI Tom Greer dan rekannya diterjunkan untuk mengungkap kasus itu, dan agen Greer nyaris mendapatlkan bukti. Namun sayang , karena memasui wilayah anti Surrogates akhirnya robot pengganti miliknya “tewas” tertembak sesaat setelah lengannya putus dan tubuhnya digantung diatas tiang. Ini menunjukkan bahwa ini adalah jenis Kelompok Asosiasi (Associational grup) kelompok asosiasi ini mempunyai bentuk tetap, ciri-ciri kelompok asosiasi adalah :
1.Terjadi karena sengaja direncanakan/dibuat,
2.terorganisasi dalam suatu wadah,
3.ada interaksi,interalasi,dan komunikasi secara terus menerus,
4.kesadaran berkelompok sangat kuat,dan
5.kehadiran bersifat tetap.
          Dan diakhir cerita film ini Greer lalu pergi ke rumah Dr. Canter (pencipta Surrogates) dia yang berencana membunuh semua operator Surrogate dengan menggunakan virus. Setelah  itu Dr. Canter  menelan pil sianida lalu Greer mengambil alih dan berhasil menghentikan virus dengan dibantu oleh Boby(seorang insinyur computer). Greer berhasil menghentikannya untuk sementara tapi Greer memilih untuk menonaktifkan semua surrogate sehingga seluruh surrogate di dunia menjadi nonaktif. Dan akhirnya, semua masyarakat keluar rumah dan mulai banyak berita bermunculan yang menyatakan “bahwa manusia harus dalam melanjutkan hidup tanpa Surrogate”.